Tampilkan postingan dengan label Ciri-ciri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ciri-ciri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

24 Ciri Orang KREATIF






24 CIRI KEPRIBADIAN KREATIF
Menurut Dedi Supriyadi
 
  1. Terbuka terhadap pengalaman baru
  2. Fleksibel dalam berpikir dan merespon
  3. Bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan
  4. Menghargai fantasi
  5. Tertarik pada kegiatan-kegiatan kreatif
  6. Mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain
  7. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar
  8. Toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti
  9.  Mengambil resiko yang diperhitungkan
  10. Percaya diri dan mandiri
  11. Memiliki tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas
  12. Tekun dan tidak mudah bosan
  13.  Tidak kehabisan akal dalam memecahkan permasalahan
  14.  Kaya akan inisiatif
  15.   Peka terhadap situasi lingkungan 
  16.  Lebih berorientasi pada masa kini dan masa depan 
  17.  Memiliki citra diri yang positif dan stabilitas emosi 
  18.  Tertarik pada hal-hal yang bersifat abstrak, kompleks, holistik, dan mengandung teka-teki 
  19.  Memiliki gagasan orisinal 
  20.  Memiliki minat yang luas 
  21.  Menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri
  22. Kritis terhadap pendapat orang lain 
  23. Senang mengajukan pertanyaan yang baik 
  24.  Memiliki kesadaran etik-moral dan estetika yang tinggi. 

Siapakah Orang Kreatif?

Ibarat menempuh perjalanan, orang berkepribadian kreatif tak akan pernah tersesat meskipun ia menempuh jalan berliku, ia selalu temukan jalan keluar dari setiap kesulitan.
Pribadi yang tidak kolot/ berpikir sempit, tetapi ia begitu terbuka terhadap hal baru, pribadinya tidak sensitif, alergi terhadap hal baru melainkan selalu menanggapi sehala sesuatu dengan positif. Ia adalah orang yang merdeka dalam pandangan dan pemikiran, dalam alam nyata maupun alam bawah sadar fantasinya. Setiap tindakannya mencerminkan kreatifitas, tidak basi, jadul, hal yang sudah biasa dilakukan orang lain
 
Ia sangat teguh dalam memegang pendirian, keyakinan akan kebenaran yang telah tertanam tak akan mudah dibelokkan. Meskipun demikian ia tidak senang memaksakan pendapat dan keyakinannya, namun justru bersifat toleran terhadap pandangan yang berbeda dari orang lain.
Semangat dalam belajar dan melaksanakan tugas adalah ciri utamanya. Kompetensinya sangat kuat, tindakannya senantiasa diperhitungkan, sehingga tidak ada ketakukan dan keragu-raguan dalam bertindak. Baginya tugas adalah amanat yang wajib ditunaikan dan dipertanggungjawabkan.
Ia adalah pribadi yang tekun, penuh kreatifitas, tak pernah ada jalan buntu melainkan pemecahan masalah yang tepat jitu. Ia kaya akan inisiatif pandangan baru, tidak sekedar meniru tindakan dan pemikiran orng lain.
 
Ia bukanlah pribadi yang acuh, egois dan mementingkan diri sendiri, melainkan kepekaan sosial yang menonjol. Keberadaannya sangat berharga dan dihargai orang lain di sekitarnya, jiwa sosialnya mendekatkan dirinya pada sifat empati dan simpati terhadap kehidupan sosial.
Pemikirannya luas memandang kehidupan kini dan memperhitungkan masa depannya. Ia memiliki gagasan dan minat yang luas dan terbuka. Tindakannya adalah tindakan yang bermanfaat, konstruktif bagi pengembangan diri dan lingkungannya.
Perilakunya senantiasa mengedepankan sikap positif, ia mampu mengendalikan emosinya, ia memiliki kesadaran moral etika dan estetika yang tinggi. Hal tersebut diwujudkan dalam tutur katanya yang sopan, menghargai pendapat orang lain, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada orng lain
Kehadirannya begitu menghangatkan, keberadaannya begitu membahagiakan, tindakannya memberikan manfaat yang sangat signifikan, kepribadiannya menjadi teladan. Kepribadian kreatif yang dirindukan.

p.127

Selasa, 06 Desember 2011

Narkoba (2) Penyebab dan Ciri-ciri Remaja Pengguna Narkoba

Penyebab Remaja Menggunakan Narkoba dan Ciri-cirinya

Banyak hal yang dapat menyebabkan seorang remaja menjadi pecandu narkoba. Penyebab-penyebab tersebut di antaranya adalah:

1. Rasa ingin tahu yang besar tanpa menyadari akibatnya;

2. Rasa penasaran untuk mencoba narkoba;

3. Keinginan untuk sekedar bersenang-senang (just for fun);

4. Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya (fashion);

5. Keinginan untuk diterima oleh lingkungan;

6. Lari dari kebosanan atau kegetiran hidup;

7. Adanya pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak menimbulkan ketagihan;

8. Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan (peer pressure) sehingga tidak mampu menolak narkoba secara tegas; dan

9. Semakin mudahnya mendapat narkoba dengan harga relatif murah (availability).


Pemakaian narkoba melalui tahapan-tahapan, sebagai berikut :

1. Diawali dengan coba-coba untuk memenuhi rasa ingin tahu atas bujukan teman atau orang lain (experimental user);

2. Dilanjutkan dengan menjadi pemakai sosial, menggunakan narkoba hanya pada saat pergaulan atau bersama teman agar diterima oleh lingkungan pergaulan (social user);

3. Meningkat menjadi situasional, menggunakan narkoba pada situasi tertentu, misalnya sedang kesal, bermasalah, sedih, kecewa dan lain-lain (situational user);

4. Pemakaian semakin menjadi sering, yaitu tahap penyalahgunaan frekwensi penggunaan semakin meningkat, tidak perlu ada orang lain atau sedang bermasalah (abuse); dan

5. Puncaknya adalah tahapan ketergantungan dimana penggunaan narkoba menjadi suatu kebutuhan, bila tidak dipenuhi timbul keadaan yang menyakitkan, baik secara fisik maupun psikhis (dependency).


Gejala dini penyalahgunaan narkoba dapat dilihat dari :

1. Tanda-tanda umum yang meliputi :

a. Prestasi di sekolah tiba-tiba menurun secara mencolok;

b. Pola tidurnya berubah, pagi susah dibangunkan dan malam begadang;

c. Tatapan mata menjadi sayu, cekung dan kelopak mata tampak kehitaman;

d. Berat badan turun secara drastis dan diikuti oleh rontoknya rambut;

e. Selera makan berkurang;

f. Banyak menghindari pertemuan dengan anggota keluarga karena takut ketahuan kalau ia menggunakan narkoba;

g. Bersikap lebih kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibanding sebelumnya;

h. Sekali-kali dijumpai dalam keadaan mabuk, bicara cedal, dan jalan agak sempoyongan.

2. Tanda-tanda di sekolah yaitu :

a. Nilai di sekolah dan motivasi menurun;

b. Mengantuk di kelas, kurang memperhatikan guru, dan sering membolos;

c. Sering dipanggil guru karena tidak disiplin;

d. Meninggalkan hobi-hobinya terdahulu;

e. Mengeluh karena orang rumah tidak memberikan kekebasan pada dirinya;

f. Mulai berkumpul dengan anak-anak yang nakal di sekolah;

g. Uang sekolahnya sering dibayarkan terlambat;

h. Sering meminjam uang kepada temannya;

i. Sering pergi hingga malam atau menginap di rumah teman;

j. Berubahnya gaya pakaian dan gaya musik yang disukainya;

k. Tidak peduli pada kebersihan dirinya;

l. Bila ditanya, sikapnya defensif atau penuh kebencian atau kecurigaan;

m. Mudah tersinggung.

3. Tanda-tanda di rumah, seperti :

a. Mulai jarang ikut kegiatan keluarga;

b. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya;

c. Mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumahnya;

d. Sering dihukum atau dimarahi dan bila dimarahi akan semakin membangkang;

e. Tidak mau mempedulikan aturan keluarga;

f. Sering pulang larut malam;

g. Sering pergi ke disko, mal atau berpesta;

h. Menghabiskan uang tabungannya dan sering kehabisan uang;

i. Barang-barang miliknya atau milik keluarga yang dipinjam hilang.