Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2012

Merokok, Adakah Manfaatnya?



MOTIVASI MEROKOK

Jawaban para pecandu ROKOK
Tentang alasan mereka “Mengapa tetap merokok”

1.       Merokok untuk mengurangi rasa tegang
2.       Merokok dapat menghilangkan rasa lelah
3.       Menimbulkan rasa lega setelah merokok
4.       Merokok untuk menikmati kesendirian, seorang perokok akan merasakan kenikmatan merokok seorang diri yang jauh dari pandangan orang lain
5.       Merokok karena ingin menyertai suatu kegiatan, misalnya setelah makan, sambil menikmati kopi atau teh
6.       Merokok menjadi teman dalam pekerjaan, seperti merokok sambil menyetir, mengetik, menulis, dll.
7.       Merokok untuk pengganti makanan, perokok biasanya tidak suka ngemil karena merokok dapat mengurangi nafsu makan, sehingga konsumsi makanan pun berkurang
8.       Merokok sebagai cara bersosialisasi, berkumpul bersama teman/kelompok, terlebih ketika mengikuti acara tertentu.
9.       Merokok dapat menumbuhkan rasa percaya diri
10.   Dengan merokok dapat melupakan sesaat masalah yang sedang dihadapi
11.   Merokok untuk sekedar mengisi waktu, daripada diam atau melamun.

 
PENYEBAB MENJADI PEROKOK

Meskipun gencar dikampanyekan bahaya merokok, larangan merokok, bahkan ada yang menfatwakan haram terhadap rokok, namun faktanya jumlah perokok terus bertambah, rokok tetap menjadi komoditas terlaris di negeri ini. Apa penyebabnya?
 
1.       Mencontoh perbuatan orang lain, misalnya:
             --  Anak meniru Bapaknya yang perokok
             -- Murid/Santri meniru Guru/Ustadznya yang perokok
       - Meniru tokoh/idolanya
2.       Dalam hal mencontoh di atas, tidak ada larangan dari orang tua/pihak lain terhadap perilaku merokok
3.       Bergaul bersama para perokok terutama pada usia menjelang dewasa
4.       Kemampuan ekonomi, kemudahan akses untuk membeli dimana saja kapan saja dengan harga murah
5.       Keinginan untuk menampilkan rasa gagah/berani pada usia remaja
6.       Pelampiasan rasa gundah, kosong, sepi karena kosongnya rohani
7.       Tidak adanya pemahaman tentang bahaya merokok ditinjau dari ilmu kesehatan maupun  pemahaman agama yang rendah/ keliru tentang kebiasaan merokok
8.   Sikap tidak peduli seorang perokok pada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Rabu, 13 Juni 2012

Bahaya "CINTA BUTA"



BUTA CINTA : Sesat Di Dunia, Merana Di Akhirat   
Oleh : Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani

Di Sebuah Taman Kota Metropolitan......
Para pekerja yang sibuk membersihkan kawasan taman rekreasi gempar. Raungan bunyi ambulan begitu mengejutkan ketika pagi yang masih terlalu awal ini. Kelihatan beberapa petugas kesehatan begitu sibuk memberi pertolongan kepada sepasang muda-mudi yang terperangkap di dalam sebuah Rel Kereta API di Kota tersebut. Naas bagi pasangan merpati dua sejoli itu, malaikat maut telah mencabut nyawa mereka dalam keadaan yang sungguh tragis dan memilukan.

Apa yang terjadi sebenarnya? Ternyata sepasang muda-mudi itu nekad membunuh diri dengan menutup Jalan Kereta API,pada saat itu mereka mengikat diri di rel tersebut. Akibatnya mereka mati dalam keadaan berpelukan dan saling berciuman dengan kondisi tubuh hancur di lindas Kereta api, sehingga begitu sukar pihak bertanggung jawab memisahkan antara dua jasad tersebut. Begitu ‘mengharukan’!. Didalam rel kereta tersebut ditemui selembar kertas yang telah mereka tanda tangani. Antara isi kandungannya; tolong jangan pisahkan mayat kami dan terus dikebumikan untuk membuktikan cinta abadi kami sehidup semati. Dan di bagian akhir surat tersebut tercatat bahwa mereka melakukan ini demi menyelamatkan cinta ‘sejati’ yang ‘suci’ ini karena orang tua mereka tidak merestui hubungan cinta mereka. Astaghfirullah…!

Di sebuah rumah di Jazirah Arab 1400 tahun yang lampau…
Abdullah bin Abu Bakar RA baru saja melangsungkan pernikahan dengan Atikah binti Zaid, seorang wanita cantik rupawan dan berbudi luhur. Dia seorang wanita berakhlak mulia, berfikiran cemerlang dan berkedudukan tinggi. Sudah tentu Abdullah amat mencintai istri yang sangat sempurna menurut pandangan manusia.
Pada suatu hari, ayahnya Abu Bakar RA lewat di rumah Abdullah untuk pergi bersama-sama untuk sholat berjamaah di masjid. Namun apabila beliau mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah dengan lembut dan romantis sekali, beliau membatalkan niatnya dan meneruskan perjalanan ke masjid.

Setelah selesai menunaikan sholat Abu Bakar RA sekali lagi melalui jalan di rumah anaknya. Alangkah kesalnya Abu Bakar RA apabila beliau mendapati anaknya masih bersenda gurau dengan istrinya sebagaimana sebelum beliau menunaikan sholat di masjid. Kemudian Abu Bakar RA segera memanggil Abdullah, seterusnya bertanya : " Wahai Abdullah, adakah kamu sholat berjemaah? " Tanpa berhujjah panjang Abu Bakar berkata : "Wahai Abdullah, Atikah telah melalaikan kamu dari kehidupan dan pandangan hidup malah dia juga telah melupakan kamu dari sholat fardhu, ceraikanlah dia!" Demikianlah perintah Abu Bakar kepada Abdullah. Suatu perintah ketika Abu bakar mendapati anaknya melalaikan hak Allah. Ketika beliau mendapati Abdullah mulai sibuk dengan istrinya yang cantik. Ketika beliau melihat Abdullah terpesona keindahan dunia sehingga menyebabkan semangat juangnya semakin luntur. 

Lalu bagaimana tanggapan Abdullah? Tanpa membuat dalih apatah lagi mencoba membunuh diri, Abdullah terus mengikuti perintah ayahandanya dan menceraikan istri yang cantik dan amat dicintainya. Subhanallah!!!
Dari dua petikan kisah di atas, marilah kita sama-sama bertafakkur tentang hakikat dan bagaimana cinta sejati, tulus dan suci itu sebenarnya. Sesungguhnya perjalanan hidup manusia akan sentiasa dipenuhi dengan warna-warna cinta. Bahkan kita dapat ungkapkan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini disebabkan Allah SWT meletakkan sebuah perasaan di dalam jiwa manusia, dan dia adalah cinta.

Membicarakan tentang cinta ibarat menguras air lautan dalam yang kaya dengan pelbagai khazanah alam. Tak kan pernah habis dan kita akan sentiasa menemui berjuta macam benda. Dari sekecil-kecil ikan hingga ikan paus yang terbesar. Dari kerang sampai mutiara malah jika diizinkan Allah, kita mungkin menemui bangkai kapal dan bangkai manusia!!!

Usia sejarah cinta seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Jika di suatu tempat ada 1000 manusia maka di situ ada 1000 kisah cinta. Dan jika di muka bumi ini ada lebih 5 million manusia, maka sejumlah itu pulalah kisah cinta akan hadir.
Walau berapa banyak pun nuansa cinta yang menjelma menjadi sebuah syair, drama, film,Sinetron, lagu dan berbagai bentuk hasil seni lain, namun pada hakikatnya cinta itu hanya ada dua buah versi saja. Versi cinta nafsu (syahwat) dan cinta Rabbani. 

Yang menjadi persoalan sekarang adalah mampukah kita membedakan yang mana cinta syahwat dan mana cinta Rabbani? Derasnya arus ghazwul fikr (serangan pemikiran) dalam kesenian terutamanya, telah mampu membungkus cinta syahwat sehingga ia tampil sebagai cinta "suci" yang mesti diperjuangkan, dimenangkan dan diraih seterusnya untuk dinikmati.

Manusia seakan lupa pada sejarah. Lupa pada kisah-kisah tragis yang berakhir di hujung pisau atau dalam segelas racun. Mereka semua rela diseret dan dijeremuskan ke dalam lubang ‘neraka’ hanya untuk mengejar salah satu rasa dari sekian banyak rasa yang ada disudut hati manusia, itulah cinta.

Cinta memiliki kekuatan luar biasa. Dan kekuatan cinta (the power of love) mampu menjadikan manusia pribadi yang sangat nekad atau sangat taat. Nekad dalam konteks sangat berani dalam melanggar peraturan-peraturan Allah seperti berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram), berkasih-kasihan lelaki dan perempuan, berpegangan tangan, mempertontonkan adegan birahi percuma di khalayak ramai apatah lagi dalam sembunyi. Atau jika cinta tak mendapat restu dari orang tua, pasangan akan nekad, terus lari dari rumah atau berzina (na’udzubillah min dzalik). Dan tidak sedikit pula yang begitu nekad sanggup melakukan perbuatan yang dilaknat Allah yaitu membunuh diri demi cinta.

Pribadi-pribadi nekad seperti ini menjadikan cinta sebagai tujuan bukan sebagai sarana mencapai tujuan. Oleh itu tidaklah mengherankan jika kita banyak menemui berbagai perilaku aneh para pencari cinta yang tak masuk akal. Sebab apa yang mereka tuju adalah suatu yang abstrak, tidak jelas dan bukan perkara yang pokok. Mereka sibuk mencari dan mengartikan makna cinta sementara lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta. Dzat yang menumbuh suburkan rasa cinta. Dzat yang memberikan kekuatan cinta. Dzat yang paling layak dicintai, kerana Dia juga Empunya nikmat cinta. Allah Rabbul ‘Alamin.

Kisah tragis di awal tulisan ini memberikan gambaran jelas sikap manusia yang rela mengorbankan diri demi sepotong cinta. Muda-mudi yang nekad bunuh diri dengan berbagai cara ini pada dasarnya belum mengenali hakikat cinta. Cinta yang mereka kenal selama ini adalah cinta yang ditunggangi oleh nafsu syahwat. Dan joki penunggangnya adalah syaitan laknatulllah. Pada momen ini syaitan berteriak keriangan sambil mengibar-ngibarkan bendera kemenangan kerana berhasil menjerumuskan anak cucu Nabi Adam dalam neraka jahannam dengan dalih cinta yang begitu murah nilainya.

Cinta memang tak kenal warna. Cinta tak kenal baik-buruk. Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah. Memang begitulah adanya. Kerana yang mampu mengenal warna dan baik-buruk adalah pelaku-pelaku cinta yang menggunakan akal fikirannya.

Sebaliknya cinta juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Pribadi yang tak takut kehilangan suatu apa pun walau ia amat cinta pada sesuatu. Namun kerena cinta yang hadir dipenuhi dengan nuansa keimanan, maka mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka amat cintai demi memperolehi keridhaan Dzat Pemberi cinta. Jiwa mereka tidak gundah gulana hanya kerena kehilangan cinta duniawi karena Allah sebagai Dzat pemberi ketenteraman Pribadi-pribadi taat ini amat menyadari bahawa cinta hanyalah sebagai sarana mencapai tujuan. Mereka yakin kenikmatan cinta tak ada artinya tanpa ada restu Allah sebagai Pemberi cinta. Maka yang mereka cari adalah ridha dan cinta kasih Allah, bukan cinta yang bersifat sementara.

Kisah Abdullah putera Abu Bakar RA menjadi contoh kematangan pemuda yang mengenal arti cinta. Bayangkan!! Dia memiliki isteri yang amat cantik, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi dan berharta. Namun apabila ayahandanya memerintahkan untuk menceraikan isterinya, dengan alasan isterinya telah melalaikan Abdullah dalam menunaikan hak Allah seterusnya akan membuat Abdullah lalai dari berjihad di jalan Allah. Maka apa reaksi Abdullah? Tidak!! Abdullah tidak marah langsung pada ayahnya. Atau berusaha mengambil pedang dan ingin memenggal kepala si ayah yang berusaha memisahkan jalinan cinta yang memang sudah sah itu. Sekali lagi tidak!! Pemuda yang bernama Abdullah melihat perintah itu dengan kacamata cinta yang diberikan Allah. Ia rela menceraikan isteri yang dicintainya demi mempererat hubungan cinta dengan Allah. Subhanallah… Masih adakah pemuda-pemuda seperti peribadi Abdullah di zaman globalisasi kini?

Begitulah cinta. Ia mampu melambungkan manusia pada derajat kemuliaan yang tak terhingga. Manakala frekuensi atau gelombang cintanya juga sudah selaras dengan frekuensi atau gelombang cinta yang Allah kehendaki. Semuanya akan senada seirama. Tak ada dengung sumbang, tak ada nada ternoda. Demikian indah dan asli irama cinta sejati.Wallahu ‘Alam

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)
ASSYARKHAN Conseling Centre
Biro Konseling Keluarga dan Remaja Indonesia
Jln. Maleer Selatan No. 51/117 Bandung 40275 Jawa Barat Indonesia

Selasa, 06 Desember 2011

Narkoba (5) Narkoba di Kalangan Pelajar

Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar


Kalangan pelajar merupakan kalangan yang banyak menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Hal ini disadari oleh kenyataan bahwa masa ramaja adalah masa yang paling rentan dan mudah terpengaruh faktor eksternal, diantaranya teman sebaya dan lingkungannya.

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di sekolah, penulis memberikan beberapa cara atau kiat yang dapat dilakukan. Cara-cara pencegahan itu antara lain :

1. Melaksanakan kegiatan belajar dengan baik dan tertib

Pelajar terkadang memanfaatkan jam-jam kosong di sekolah untuk menggunakan narkoba. Jam-jam kosong ini terjadi karena ada guru yang tidak masuk atau tidak ada tugas yang diberiga ditanya, sikapnya defensive orang terdekat korban narkoba dapat membantu mempercepatan pelajar, sebagaimana telah dikemukakkan untuk menggantikan jam kosong tersebut. Hal seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Baik guru maupun pelajar seharusnya memanfaatkan setiap jam balajar dengan efektif. Siswa juga dapat mengisi jam-jam kosong untuk kegiatan yang positif. Seperti memanfaatkan buku-buku di perpustakaan untuk menambah pengetahuan.

2. Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang positif

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan di luar jam pelajaran yang dapat menambah pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan wawasan siswa. Namun berdasarkan pengalaman di atas, ada kalanya kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang negatif. Hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan berbagai cara, diantaranya pihak sekolah harus selektif dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler juga harus dibimbing oleh guru atau pembina yang berdedikasi atau ahli di bidangnya. Dengan adanya pengawasan dari pembina atau guru, diharapkan kegiatan tersebut memberikan nilai positif bagi siswa. Bila kegiatan ekstrakurikuler diserahkan sepenuhnya kepada siswa, dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh siswa seperti kasus yang telah diuraikan di atas.

3. Menciptakan suasana yang penuh keterbukaan dan semangat kekeluargaan

Pada dasarnya, guru adalah orang tua pelajar di sekolah. Oleh sebab itu di satu sisi seorang pelajar harus menghormati guru seperti ia menghormati orang tuanya dan guru juga harus menyayangi anaknya sendiri. Suasana yang penuh keterbukaan dan semangat kekeluargaan mutlak diperlukan karena sebagian besar pelajar yang menjadi pecandu narkoba disebabkan kurang perhatian dan kasih sayang, baik dari orang tuanya di rumah maupun para guru di sekolah.

4. Pemberian sangsi yang tegas dan mendidik terhadap siswa yang melanggar peraturan sekolah

Setiap pelanggaran pasti ada sangsinya. Namun perlu diperhatikan, pemberian sangsi harus didasarkan pada niat untuk memperbaiki tingkah laku anak, dari yang kurang baik menjadi baik. Oleh sebab itu harus diusahakan sangsi yang diberikan itu merupakan sangsi yang mendidik siswa supaya bertingkah laku baik. Namun, untuk kasus narkoba, pihak sekolah harus tegas dengan memberikan peringatan keras bahkan bila perlu anak itu dikeluarkan dari sekolah bila peringatan yang diberikan tidak diindahkan. Hal ini dilakukan agar siswa yang menjadi pecandu narkoba tidak memberi pengaruh buruk kepada kawan-kawannya yang lain.

5. Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitar

Dengan adanya hubungan yang baik ini, tingkah laku seorang anak baik di rumah maupun di sekolah dapat diamati dengan baik. Sehingga, bila seorang anak mulai menunjukkan gejala yang kurang baik, secepatnya diadakan perhatian atau peringatan terhadap anak atau pelajar tersebut. Begitu juga hubungan dengan masyarakat sekitar. Dengan adanya hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, diharapkan masyarakat memiliki perasaan memiliki terhadap sekolah tesebut sehingga ia secara moral merasa bertanggung jawab terhadap keberhasilan sekolah tersebut.

6. Membarikan perhatian khusus terhadap siswa yang memiliki kecenderungan menjadi pecandu narkoba

Siswa-siswa yang memiliki kecenderungan menjadi pecandu narkoba dapat dilihat dari aktifitas sehari-harinya, diantaranya adalah tingkah lakunya, teman-teman bermainnya, lingkungan tempat tinggalnya, dan hal-hal lain. Contohnya ialah seorang siswa yang mempunyai perasaan rendah diri cukup rentan untuk menjadi pecandu narkoba dengan alasan untuk menumbuhkan percaya dirinya. Oleh sebab itu pihak sekolah, melalui guru mata pelajaran, wali kelas, maupun guru Bimbingan Penyuluhan (BP/BK) dapat memberikan perhatian khusus terhadap pelajar yang memiliki kecenderungan tersebut. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati.