Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 April 2023

MENJADI TELADAN BAGI ANAK

Setiap orang tua mendambakan memiliki anak-anak yang sholeh/sholehah.

Adalah tanggung jawab kita untuk mendidik anak-anak kita dengan baik.

Namun perlu dipahami bahwa anak-anak adalah persepsi dari kita.

Ibarat teknologi mereka adalah mesin scanner tercanggih yang ada.

Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang dilakukan orang tuanya.

Mereka adalah peniru perilaku Bapak Ibunya.

Mengapa orang tuanya? Karena orang yang pertama dilihat adalah orang tuanya, orang terdekatnya adalah orang tuanya. Hari-harinya sejak dia lahir, anak-anak, sampai dewasa selalu berinteraksi dengan orang tuanya.

Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Kalau mendambakan anak yang mencintai masjid, rajin berjamaah misalnya, tentu saja bisa diajarkan dengan kebiasaan Bapaknya yang rajin berjamaah di masjid.

Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "BANGUNAN JIWA" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Maka, susunlah BANGUNAN itu dengan bijak.

Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Anak sholeh dan sholehah adalah investasi terbesar bagi orang tuanya di dunia sampai di akhirat.

Auwaladin sholihin yad’ulah ( anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya).

 

Terima kasih 

Kamis, 14 Juni 2012

Untuk Kita Renungkan




MUTIARA TELADAN
Sunnah vs Bid’ah

Sunnah adalah seperti kapal Nabi Nuh a.s. yang siapa saja mau menumpanginya, berlayar di atasnya maka ia akan terselamatkan dari tsunami syubhat dan syahwat, sesungguhnya hati adalah lemah sedangkan syubhat menyambar bagaikan petir.
Bila anda adalah orang yang kuat maka lawanlah syubhat tersebut sekuat tenaga dan yakinilah bahwa kebenaran akan menang dan kebatilan akan hancur.
Namun bila anda merasa diri anda lemah maka berlarilah dari syubhat dan kebid’ahan sejauh-jauhnya, lebih jauh dari pada berlari dari serigala lapar, karena serigala hanya merusak jasad sedangkan syubhat merusak dan menghancurkan kehidupan dunia dan akhirat.
Dahulu Sufyan ats-Tsaauri rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya kebid’ahan lebih dicintai Iblis ketimbang maksiat, yang demikian itu karena pelaku maksiyat masih menyadari bahwa dirinya berada di atas kesalahan sehingga ia bertaubat darinya. NAMUN PELAKU BID’AH TIDAK AKAN BERTAUBAT KARENA IA MERASA BERADA DI ATAS KEBENARAN.”
Semoga Allah swt. merahmati sahabat Abdullah bin Mas’ud r.a. tatkala mengatakan, “SEDERHANA DI ATAS SUNNAH JAUH LEBIH BAIK DARIPADA BERSUNGGUH-SUNGGUH TETAPI DI ATAS KEBID’AHAN.”
Semoga kita semua ditunjukkan jalan kebenaran dan diberikan taufiq oleh Allah swt. untuk mengikutinya dan semoga kita ditunjukkan jalan kebatilan dan diberi kekuatan untuk meninggalkannya, Amin.

Sumber: Al Furqon Edisi 11 Th. Ke-11, p. 73.