Rabu, 13 Juni 2012

Bahaya "CINTA BUTA"



BUTA CINTA : Sesat Di Dunia, Merana Di Akhirat   
Oleh : Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani

Di Sebuah Taman Kota Metropolitan......
Para pekerja yang sibuk membersihkan kawasan taman rekreasi gempar. Raungan bunyi ambulan begitu mengejutkan ketika pagi yang masih terlalu awal ini. Kelihatan beberapa petugas kesehatan begitu sibuk memberi pertolongan kepada sepasang muda-mudi yang terperangkap di dalam sebuah Rel Kereta API di Kota tersebut. Naas bagi pasangan merpati dua sejoli itu, malaikat maut telah mencabut nyawa mereka dalam keadaan yang sungguh tragis dan memilukan.

Apa yang terjadi sebenarnya? Ternyata sepasang muda-mudi itu nekad membunuh diri dengan menutup Jalan Kereta API,pada saat itu mereka mengikat diri di rel tersebut. Akibatnya mereka mati dalam keadaan berpelukan dan saling berciuman dengan kondisi tubuh hancur di lindas Kereta api, sehingga begitu sukar pihak bertanggung jawab memisahkan antara dua jasad tersebut. Begitu ‘mengharukan’!. Didalam rel kereta tersebut ditemui selembar kertas yang telah mereka tanda tangani. Antara isi kandungannya; tolong jangan pisahkan mayat kami dan terus dikebumikan untuk membuktikan cinta abadi kami sehidup semati. Dan di bagian akhir surat tersebut tercatat bahwa mereka melakukan ini demi menyelamatkan cinta ‘sejati’ yang ‘suci’ ini karena orang tua mereka tidak merestui hubungan cinta mereka. Astaghfirullah…!

Di sebuah rumah di Jazirah Arab 1400 tahun yang lampau…
Abdullah bin Abu Bakar RA baru saja melangsungkan pernikahan dengan Atikah binti Zaid, seorang wanita cantik rupawan dan berbudi luhur. Dia seorang wanita berakhlak mulia, berfikiran cemerlang dan berkedudukan tinggi. Sudah tentu Abdullah amat mencintai istri yang sangat sempurna menurut pandangan manusia.
Pada suatu hari, ayahnya Abu Bakar RA lewat di rumah Abdullah untuk pergi bersama-sama untuk sholat berjamaah di masjid. Namun apabila beliau mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah dengan lembut dan romantis sekali, beliau membatalkan niatnya dan meneruskan perjalanan ke masjid.

Setelah selesai menunaikan sholat Abu Bakar RA sekali lagi melalui jalan di rumah anaknya. Alangkah kesalnya Abu Bakar RA apabila beliau mendapati anaknya masih bersenda gurau dengan istrinya sebagaimana sebelum beliau menunaikan sholat di masjid. Kemudian Abu Bakar RA segera memanggil Abdullah, seterusnya bertanya : " Wahai Abdullah, adakah kamu sholat berjemaah? " Tanpa berhujjah panjang Abu Bakar berkata : "Wahai Abdullah, Atikah telah melalaikan kamu dari kehidupan dan pandangan hidup malah dia juga telah melupakan kamu dari sholat fardhu, ceraikanlah dia!" Demikianlah perintah Abu Bakar kepada Abdullah. Suatu perintah ketika Abu bakar mendapati anaknya melalaikan hak Allah. Ketika beliau mendapati Abdullah mulai sibuk dengan istrinya yang cantik. Ketika beliau melihat Abdullah terpesona keindahan dunia sehingga menyebabkan semangat juangnya semakin luntur. 

Lalu bagaimana tanggapan Abdullah? Tanpa membuat dalih apatah lagi mencoba membunuh diri, Abdullah terus mengikuti perintah ayahandanya dan menceraikan istri yang cantik dan amat dicintainya. Subhanallah!!!
Dari dua petikan kisah di atas, marilah kita sama-sama bertafakkur tentang hakikat dan bagaimana cinta sejati, tulus dan suci itu sebenarnya. Sesungguhnya perjalanan hidup manusia akan sentiasa dipenuhi dengan warna-warna cinta. Bahkan kita dapat ungkapkan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini disebabkan Allah SWT meletakkan sebuah perasaan di dalam jiwa manusia, dan dia adalah cinta.

Membicarakan tentang cinta ibarat menguras air lautan dalam yang kaya dengan pelbagai khazanah alam. Tak kan pernah habis dan kita akan sentiasa menemui berjuta macam benda. Dari sekecil-kecil ikan hingga ikan paus yang terbesar. Dari kerang sampai mutiara malah jika diizinkan Allah, kita mungkin menemui bangkai kapal dan bangkai manusia!!!

Usia sejarah cinta seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Jika di suatu tempat ada 1000 manusia maka di situ ada 1000 kisah cinta. Dan jika di muka bumi ini ada lebih 5 million manusia, maka sejumlah itu pulalah kisah cinta akan hadir.
Walau berapa banyak pun nuansa cinta yang menjelma menjadi sebuah syair, drama, film,Sinetron, lagu dan berbagai bentuk hasil seni lain, namun pada hakikatnya cinta itu hanya ada dua buah versi saja. Versi cinta nafsu (syahwat) dan cinta Rabbani. 

Yang menjadi persoalan sekarang adalah mampukah kita membedakan yang mana cinta syahwat dan mana cinta Rabbani? Derasnya arus ghazwul fikr (serangan pemikiran) dalam kesenian terutamanya, telah mampu membungkus cinta syahwat sehingga ia tampil sebagai cinta "suci" yang mesti diperjuangkan, dimenangkan dan diraih seterusnya untuk dinikmati.

Manusia seakan lupa pada sejarah. Lupa pada kisah-kisah tragis yang berakhir di hujung pisau atau dalam segelas racun. Mereka semua rela diseret dan dijeremuskan ke dalam lubang ‘neraka’ hanya untuk mengejar salah satu rasa dari sekian banyak rasa yang ada disudut hati manusia, itulah cinta.

Cinta memiliki kekuatan luar biasa. Dan kekuatan cinta (the power of love) mampu menjadikan manusia pribadi yang sangat nekad atau sangat taat. Nekad dalam konteks sangat berani dalam melanggar peraturan-peraturan Allah seperti berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram), berkasih-kasihan lelaki dan perempuan, berpegangan tangan, mempertontonkan adegan birahi percuma di khalayak ramai apatah lagi dalam sembunyi. Atau jika cinta tak mendapat restu dari orang tua, pasangan akan nekad, terus lari dari rumah atau berzina (na’udzubillah min dzalik). Dan tidak sedikit pula yang begitu nekad sanggup melakukan perbuatan yang dilaknat Allah yaitu membunuh diri demi cinta.

Pribadi-pribadi nekad seperti ini menjadikan cinta sebagai tujuan bukan sebagai sarana mencapai tujuan. Oleh itu tidaklah mengherankan jika kita banyak menemui berbagai perilaku aneh para pencari cinta yang tak masuk akal. Sebab apa yang mereka tuju adalah suatu yang abstrak, tidak jelas dan bukan perkara yang pokok. Mereka sibuk mencari dan mengartikan makna cinta sementara lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta. Dzat yang menumbuh suburkan rasa cinta. Dzat yang memberikan kekuatan cinta. Dzat yang paling layak dicintai, kerana Dia juga Empunya nikmat cinta. Allah Rabbul ‘Alamin.

Kisah tragis di awal tulisan ini memberikan gambaran jelas sikap manusia yang rela mengorbankan diri demi sepotong cinta. Muda-mudi yang nekad bunuh diri dengan berbagai cara ini pada dasarnya belum mengenali hakikat cinta. Cinta yang mereka kenal selama ini adalah cinta yang ditunggangi oleh nafsu syahwat. Dan joki penunggangnya adalah syaitan laknatulllah. Pada momen ini syaitan berteriak keriangan sambil mengibar-ngibarkan bendera kemenangan kerana berhasil menjerumuskan anak cucu Nabi Adam dalam neraka jahannam dengan dalih cinta yang begitu murah nilainya.

Cinta memang tak kenal warna. Cinta tak kenal baik-buruk. Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah. Memang begitulah adanya. Kerana yang mampu mengenal warna dan baik-buruk adalah pelaku-pelaku cinta yang menggunakan akal fikirannya.

Sebaliknya cinta juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Pribadi yang tak takut kehilangan suatu apa pun walau ia amat cinta pada sesuatu. Namun kerena cinta yang hadir dipenuhi dengan nuansa keimanan, maka mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka amat cintai demi memperolehi keridhaan Dzat Pemberi cinta. Jiwa mereka tidak gundah gulana hanya kerena kehilangan cinta duniawi karena Allah sebagai Dzat pemberi ketenteraman Pribadi-pribadi taat ini amat menyadari bahawa cinta hanyalah sebagai sarana mencapai tujuan. Mereka yakin kenikmatan cinta tak ada artinya tanpa ada restu Allah sebagai Pemberi cinta. Maka yang mereka cari adalah ridha dan cinta kasih Allah, bukan cinta yang bersifat sementara.

Kisah Abdullah putera Abu Bakar RA menjadi contoh kematangan pemuda yang mengenal arti cinta. Bayangkan!! Dia memiliki isteri yang amat cantik, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi dan berharta. Namun apabila ayahandanya memerintahkan untuk menceraikan isterinya, dengan alasan isterinya telah melalaikan Abdullah dalam menunaikan hak Allah seterusnya akan membuat Abdullah lalai dari berjihad di jalan Allah. Maka apa reaksi Abdullah? Tidak!! Abdullah tidak marah langsung pada ayahnya. Atau berusaha mengambil pedang dan ingin memenggal kepala si ayah yang berusaha memisahkan jalinan cinta yang memang sudah sah itu. Sekali lagi tidak!! Pemuda yang bernama Abdullah melihat perintah itu dengan kacamata cinta yang diberikan Allah. Ia rela menceraikan isteri yang dicintainya demi mempererat hubungan cinta dengan Allah. Subhanallah… Masih adakah pemuda-pemuda seperti peribadi Abdullah di zaman globalisasi kini?

Begitulah cinta. Ia mampu melambungkan manusia pada derajat kemuliaan yang tak terhingga. Manakala frekuensi atau gelombang cintanya juga sudah selaras dengan frekuensi atau gelombang cinta yang Allah kehendaki. Semuanya akan senada seirama. Tak ada dengung sumbang, tak ada nada ternoda. Demikian indah dan asli irama cinta sejati.Wallahu ‘Alam

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)
ASSYARKHAN Conseling Centre
Biro Konseling Keluarga dan Remaja Indonesia
Jln. Maleer Selatan No. 51/117 Bandung 40275 Jawa Barat Indonesia

Senin, 23 April 2012

STOP ! ..... SETAN DILARANG MASUK !

AGAR RUMAH TIDAK DIMASUKI SETAN DAN SIHIR

Setan musuh utama bagi anak Adam. Bukanlah bapak kita Adam as. tergoda oleh iblis juga, anak yang baru lahir menangis karena disentuh oleh setan, maka bagaimana diri kita yang sudah dewasa. Lalu bagaimana agar rumah kita tidak didiami oleh setan?

§ Jangan lupa setiap hendak makan dan minum, dan setiap masuk rumah selalu membaca basmalah

Rasulullah saw. bersabda:

“Apabila seseorang masuk ke dalam rumah-nya, lalu ia membaca bismillah ketika masuk dan ketika menghadapi makanannya, maka setan akan berkata kepada teman-temannya, ‘Tidak ada tempat bermalan dan tidak ada pula makan malam untuk kalian.’ “ HR. Muslim 6/108 no. 1302

§ Hendaknya rumah dimakmurkan dengan membaca al-Qur'an terutama pada waktu malam, karena umumnya sihir datang pada malam hari.

Rasulullah saw. bersabda:

“Bacalah surah al-Baqarah, karena ada keberkahan dengan membacanya dan terdapat penyesalan jika tidak membacanya! selain itu, Surah al-Baqarah juga tidak dapat tertandingi oleh para bathalah (tukang sihir).” HR. Muslim 2/197 no. 2104

§ Tutuplah bejana dan hindari anak kecil keluar pada saat terbenam matahari.

Rasulullah saw. bersabda:

“Apabila hari mulai malam atau malam telah tiba, maka tahanlah anak-anak kalian, karena saat itu setan berkeliaran, apabila malam sudah mulai larut maka lepaskanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumah kalian dan bacalah basmalah, karena setan tidak mampu membuka pintu yang tertutup, dan tutuplah tempat air minum kalian sambil membaca basmalah dan tutup pula wadah-wadah kalian sambil baca basmalah walaupun hanya dengan sesuatu yang dapat menutupinya.” HR. Bukhari no. 5192

§ Jauhkanlah rumah dari suara nyanyian dan peralatan yang membuat penghuninya lupa ibadah.

Rasulullah saw., bersabda:

“Genta (lonceng gereja) itu adalah seruling setan”. HR. Muslim 6/163

§ Jangan lupa sebelum tidur membaca:

*) Surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Naas tiga kali,

*) Ayat Kursi, dan

*) doa sebelum tidur.

Insya Allah kita dijaga oleh Allah swt.

Wallahu a’lam.

Sumber: Al Furqon, Edisi 9 Th. Ke-11, p. 9-10

MUNAFIQ


MUNAFIQ: “Orang-Orang Munafiq”



Q.S. Al Hadid (57) : 13
“Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah Kami supaya Kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa”.
Salah satu ciri munafiqin adalah ketika berkumpul dengan orang beriman, ia mengatakan bahwa ia adalah teman, ia masuk dalam golongan orang beriman tersebut. Padahal setelah ia pergi, kembali ia berkumpul dengan golongan mereka yang sebenarnya, berbuat dosa dan kemungkaran. Tingkah lakunya yang seperti bunglon adalah untuk melindungi dirinya supaya dia dikatakan orang yang baik.
Orang-orang munafiq menyangka bahwa tingkah lakunya tidak diketahui, padahal Allah Maha Mengetahui keadaan hambanya, apa-apa yang tersembunyi di hatinya sekalipun.
Kelak di hari kiamat, di Padang Mahsyar, ketika manusia mengikuti Sesembahannya. Yang dahulu di dunia menyembah salib, gunung, matahari, berhala, dan lainnya, maka di Padang Mahsyar dia akan mencari sesembahannya tersebut, mengikutinya, kemudian merekapun akan berjatuhan di neraka jahanan untuk selama-lamanya. Maka tinggallah di Mahsyar 2 golongan yaitu Kaum Muslimin dan Orang-orang munafiq.
Orang-orang munafiq memohon kepada kaum muslimin, agar mau menunggu, agar mereka mendapatkan cahaya dari kaum muslimin. Artinya Kaum muslimin akan mendapatkan cahaya yang terang-bendarang, sedangkan orang-orang munafik akan diliputi kegelapan, gelap gulita.
Kaum muslimin tidak mau menunggu kaum munafiqin kemudian menyuruh mereka untuk kembali dan mencari cahayanya sendiri. Lalu diantara mereka ada dinding pemisah kaum muslimin berada di bagian yang penuh kenikmatan yaitu surga, sedangkan orang-orang munafiq disiksa di neraka.

Q.S. Al Baqarah (2) : 8 – 20
“8. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman”.
“9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar”.
Sesungguhnya dalam hati munafiqin ada penyakit, mereka berada dalam kesesatan tapi Allah menjerumuskan mereka sehingga semakin berada dalam kesesatan.
“10. Dalam hati mereka ada penyakit[23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]". mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."
12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”.
“13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." mereka menjawab: "Akan berimankah Kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu”.
Ketika ada yang mengingatkan mereka, maka justru mengatakan bahwa perbuatannya untuk kebaikan. Mereka tidak mendasarkan perbuatannya dengan Al Qur’an dan As Sunnah, melainkan berdasarkan akal pikiran dan perasaan semata. Mengapa di Mahsyar dia tetap berada bersama kaum muslimin, tidak mengikuti salib atau berhala, karena mereka merasa menyembah Allah, padahal sebenarnya tidak demikian. Mereka telah berbuat kerusakan tetapi tidak menyadarinya karena Allah telah menyesatkan mereka.
“14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok."
15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
16. Mereka Itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk”.
Ketika bergaul dengan orang-orang beriman yang shalat, puasa dan ibadah lainnya, mereka mengatakan bahwa dia shalat, puasa, dll, tetapi setelah itu dia kembali kepada kelompoknya sambil mengatakan sebenarnya kami adalah kelompok kalian.
Ketahuilah bahwa Allah akan membiarkan mereka terombang-ambing, mereka akan diliputi kecemasan, was-was, seberapa besarpun keuntungan yang mereka dapatkan, hakikatnya tak berarti dan tak bermanfaat bagi mereka, karena hatinya tak akan pernah tenang.
“17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api[26], Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
18. Mereka tuli, bisu dan buta[27], Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
19. Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati[28]. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir[29].
20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”.
Apa yang diperolehnya di dunia hanyalah kenikmatan semu belaka, kalaupun hartanya melimpah, tapi tak pernah ia rasakan kenikmatan, ketenangan, dan kebahagiaan. Semuanya karena kejahilan diri mereka sendiri yang jauh dari rahmat dan petunjuk Allah SWT.
[22] Hari kemudian Ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.
[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.
[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
[25] Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.
[26] Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.
[27] Walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.
[28] Keadaan orang-orang munafik itu, ketika mendengar ayat-ayat yang mengandung peringatan, adalah seperti orang yang ditimpa hujan lebat dan petir. mereka menyumbat telinganya karena tidak sanggup mendengar peringatan-peringatan Al Quran itu.
[29] Maksudnya pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir.
67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
Ciri orang munafiq lainnya yaitu :
1. menyuruh berbuat munkar
2. melarang berbuat ma’ruf
3. berlaku kikir
4. melupakan Allah
Allah menggolongkan mereka termasuk orang-orang yang fasik, kelak balasan bagi mereka adalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mengapa mereka dapat kekal di neraka, karena mereka melupakan Allah, berbuat sirik, menyekutukan-Nya.
[648] Maksudnya: Berlaku kikir

Senin, 06 Februari 2012

MENJADI WALI NIKAH BAGI ANAK HASIL ZINA?????


MENJADI WALI NIKAH BAGI ANAK HASIL ZINA?????


#Bolehkah seorang bapak menjadi wali bagi anak perempuannya, yang merupakan hasil zina dengan istrinya sebelum menikah, kemudian hamil, dan anak tersebut lahir setelah mereka menikah?#

Ulama berbeda pendapat tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan yang tidak bersuami, kemudian dia hamil dan melahirkan anak. Jika laki-laki yang berzina tersebut mengakui anak itu sebagai anaknya, apakah anak tersebut bisa dinasabkan kepadanya atau tidak? Sebagian Ulama’ berpendapat bisa dinasabkan, karena dia benar-benar anaknya.

Namun jumhur (mayoritas) Ulama’, yaitu mazhab empat, Zhahiriyyah, dan lainnya, berpendapat tidak bisa dinasabkan. Pendapat jumhur inilah yang lebih kuat, dengan dalil antara lain:

Sabda Nabi saw.:

ójòVòZô»A øjøÇBò¨ô¼ø» òË øtAòjø°ô¼ø» ófò»òÌô»òA

“Anak itu milih suami pemilik istri (suami yang sah), sedangkan lelaki yang berzina mendapat kerugian (tidak mendapatkan apa-apa).” (HR. Bukhari no 6760 dan Muslim no 1457 dari Aisyah).

Dalam hadits ini Nabi saw. menjadikan anak menjadi milik laki-laki yang beristri, sedangkan lelaki yang berzina tidaklah memiliki hak atas anak tersebut sehingga dikatakan lelaki yang berzina mendapat kerugian. Maka jika anak dinasabkan kepada lelaki yang berzina, hal itu bertentangan dengan hadits ini.

Berdasarkan hadits tersebut maka anak dinasabkan kepada suami yang sah. Jika tidak ada suami yang sah maka anak tersebut dinasabkan kepada ibunya. Oleh karena itu, anak yang lahir dari hasil perzinaan tidak di nasabkan kepada bapak biologisnya namun kepada ibunya.

Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra berkata: “Ketika kota mekah ditaklukkan di zaman Rasulullah saw., seorang lelaki berdiri dan berkata, Wahai Rasulullah, Sesungguhnya si Fulan itu anakku, dahulu aku berzina dengan ibunya di zaman jahiliyyah!” Maka Rasulullah saw. bersabda:

•jòVòZô»A øjøÇBò¨ô¼ø»òË øtAòjø°ô¼ø» ófò»òÌô»A øÒúÎø¼øÇBòVô»A ójô¿ŒC òKòÇòg øÂòÝôm˜âA ôÏø¯ òÑòÌô§øe òÜ

“Tidak ada pengakuan anak dari hasil zina dalam Islam, urusan jahiliyah sudah sirna. Anak itu milik suami pemilik istri, sedangkan lelaki yang berzina mendapat kerugian. (HR. Abu Dawud)

Oleh karena itu bapak tersebut tidak boleh menjadi wali bagi anak perempuan itu, karena nasab terhadap bapaknya ditiadakan dengan sebab perzinaan tersebut.

Hal ini disebabkan nabi mengatakan bahwa laki-laki yang berzina tidak memiliki hak apa-apa pun terhadap hak nasab, perwalian dalam nikah, mewarisi, kemahraman ataupun kewajiban memberikan nafkah kepada anak, semuanya tidaklah dimiliki oleh laki-laki yang berzina (baca: bapak biologis). Akan tetapi bapak biologis ini tidak diperbolehkan menikahi anak hasil zinanya menurut pendapat mayoritas ulama dan inilah pendapat yang benar.

Adapun wali anak perempuan tersebut bisa dengan wali hakim (KUA).

فَالسُّلْطَانُ وَلِىُّ مَنْ لاَ وَلِىَّ لَهُ

“Penguasa adalah wali nikah bagi perempuan yang tidak memiliki wali nikah” (HR. Abu Daud no 2083 dan dinilai shahih oleh al Albani).

Wallahu a’lam.

Sumber: As-Sunnah No. 10 Th.XV p. 5-6; http://ustadzaris.com

Kamis, 02 Februari 2012

Peduli Kesehatan


50 TIPS DIET SEHAT


Langsing dan cantik impian semua wanita. Walaupun tidak mudah untuk dilakukan akan tetapi banyak wanita rela menahan lapar dan berolahraga berjam-jam. Diet yang baik bukanlah dengan cara berpuasa tapi juga pengaturan makanan berdasarkan umur dan aktivitas. Berikut beberapa tips yang dijamin membuat diet Anda lebih baik dan sehat.

  1. Hindari pemikiran semua atau tidak sama sekali. Berpuasa bukanlah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Makanlah secukupnya dan atur asupan kalori secara bijaksana.
  2. Potonglah buah-buahan yang Anda suka dalam potongan kecil untuk menggantikan snack yang tidak sehat.
  3. Hindari memakan cemilan dari toples, anda akan tidak sadar berapa banyak yang telah masuk ke dalam mulut Anda. Taruhlah didalam piring atau cukup ambil segenggam.
  4. Jika Anda termasuk orang yang menyukai roti, pilihlah yang wholegrain.
  5. Hindari makanan yang mengandung lemak lebih dari 10 persen. Baca label informasi nutrisi di dalam kardus makanan. SELENGKAPNYA klik DISINI...........
Jika anda ingin tahu tentang program DIET secara online, silahkan klik http://www.widy.diet-sehat.com/node/27
Waduh BB, punya masalah dengan BAU BADAN? Klik tips-nya disini.....

Senin, 23 Januari 2012

Hidup Sehat Dambaan Semua Orang

TIPS HIDUP SEHAT DENGAN BIAYA MURAH


v Udara Bersih

Ø Pastikan kita menghirup udara bersih, jauhi radikal bebas yang berbahaya, khususnya dari udara tercemar (Asap rokok, asap kendaraan, pabrik, debu, dsb.).


v Makanan Seimbang

Ø Pastikan makanan yang kita konsumsi memenuhi syarat halal dan thayib (baik). Juga jangan berlebihan. Perbanyak mengkonsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan. Hindari pula makanan cepat saji seperti: Mie instant, Sarimie, Sajiku, dsb. Makanan sehat disini.....

v Banyak Minum

Ø Usahakan minum air putih minimal: 7 – 10 gelas atau 2 liter sehari, sangat baik bila ditambah suplement alami, seperti: madu, teh hijau atau jus buah-buahan.

v Olah Raga Teratur

Ø Lakukan olah raga secara teratur, minimal tiga kali seminggu dan sesuaikan dengan kondisi fisik. Olah raga teratur akan menambah vitalitas dan memperkuat pertahanan tubuh, jalan-jalan di pagi hari. Olahraga ala Rasulullah disini....

v Istirahat Cukup

Ø Rasulullah SAW mengajarkan agar kita cepat tidur (setelah shalat Isya) dan cepat bangun (sepertiga malam terakhir) istirahat yang cukup berperan dalam meregenerasi sel-sel tubuh.

v Menghindari Stress

Ø Stress menguras energi sehingga menjadikan tubuh lemah dan rentan terhadap penyakit. Maka ciptakan suasana ceria dan amalkan 5 (lima) S : senyum, salam, sapa, sopan dan santun.

v Perbaiki Kualitas Ibadah

Ø Perbanyak melakukan ibadah, ada beberapa ibadah utama, selain ibadah wajib, yang layak kita lakukan, seperti shaum/ puasa hari Senin dan Kamis, sholat Tahajud, Dhuha dan Tilawah Kitab Suci Al Qur'an.

Tips sehat ala Rasulullah saw

Jumat, 13 Januari 2012

Menjaga Diri dari TIPUAN SYAITAN


Tipuan Syaitan Terhadap Mereka Yang Beribadat

Adapun tipuan serta ajakan syaitan terhadap manusia agar meninggalkan beribadah kepada Allah Taala ada 7 macam jalan;

1. Syaitan melarang manusia, agar jangan taat kepada Allah. Orang-orang yang dipelihara Allah, akan menolak ajakan itu dan akan berkata:
Aku sangat memerlukan sekali kepada pahala dari Allah, kerana aku harus mempunyai bekal dari dunia untuk akhirat yang kekal abadi.

2. Bila pujukan pertama tidak berhasil, maka syaitan mengajak manusia untuk mengakhiri taat; nanti saja atau kalau sudah tua, dan sebagainya. Orang-orang yang terpelihara akan menolak ajakan itu dan akan berkata:
Ajalku bukan pada tanganku; jika aku menunda-nunda amal hari ini untuk esok, maka amal hari esok bila akan aku kerjakan, padahal tiap-tiap hari dan waktu mempunyai amal tersendiri dan hak hukum waktunya.

3. Kadang-kadang syaitan akan mendorong manusia supaya terburu-buru mengerjakan amal baik dengan amat segera dan katanya: Ayuh' cepat-cepat beramal supaya engkau dapat memburu lagi amal lainnya. Orang-orang yang selamat tentu menolak dan berkata:
Amal yang sedikit tapi sempurna lebih baik daripada amal banyak tetapi tidak sempurna. Dalam hal Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda dengan maksud:
"Tergopoh-gopoh itu pembawaan dari syaitan, kecuali dalam lima perkara;
1. Mengkahwinkan anak perawan jika telah sampai waktunya.
2. Membayar hutang jika sudah sampai janjinya.
3. Menguruskan mayat bila datang ajalnya.
4. Menghormati tetamu di kala ia datang bertandang.
5. Bertaubat setelah mengerjakan dosa.

4. Syaitan itu lalu menyuruh manusia supaya mengerjakan amal baik dengan sempurna sebab kalau tidak sempurna nanti dicela oleh orang lain. Orang-orang yang terpelihara tentu menolaknya dan akan berkata;
Untuk saya cukup dinilai oleh Allah sahaja dan tidak ada faedahnya beramal kerana manusia. Ini adalah isyarat supaya manusia Riya' dalam amalnya.

5. Setelah itu syaitan menancapkan perasaan dalam hati orang yang beramal dengan mengatakan; Betapa tingginya darjatmu dapat beramal sholeh dan betapa pula cerdikmu dan kesempurnaanmu. Orang-orang yang baik akan menjawab

bahawa semua keagungan dan kesempurnaann itu kepunyaan Allah, bukan kekuatan atau kekuasaan aku. Allahlah yang memberi taufiq kepadaku untuk mengerjakan amal yang Ia redhoi, dan memberikan ganjaran yang besar dengan anugerah kurniaNya. Jika sekiranya tanpa kurnia Allah, maka apalah harganya amalku ini dibandingkan dengan banyaknya nikmat Allah kepadaku, di samping dosaku yang banyak pula.
Tidak dapat berkata-kata dan mengamalkan begini melainkan mereka yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Ilmu Tasauf atau Ilmu Makrifat.

6. Setelah jalan kelima gagal, maka syaitan mengajukan jalan yang keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut tadi, dan tidak akan bisa selamat terhadapnya kecuali orang yang cerdik dan hidup fikirannya. Syaitan itu berkata, membisikkan di hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan Sir, jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan menzhohirkan amalmu nanti terhadap manusia dan akan mengatakan bahawa engkau adalah seorang hamba Allah yang ikhlas". Syaitan itu mencampur-baurkan terhadap setiap orang yang beramal dengan amal tipuannya yang lemah sekali. Dengan ucapannya itu, syaitan bermaksud untuk memasukkan sebahagian daripada penyakit Riya'. Orang yang terpelihara oleh Allah akan menolak ajakan syaitan itu dengan mengatakan;

Hai Malaun (yang dilaknat) tiada henti-henti engkau menggodakaku untuk merosakkan amal dan ibadatku dengan berbagai-bagai jalan dan sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu untuk merosakkannya. Aku ini hamba Allah dan Allahlah jua yang menjadikan aku. Kalau Allah SWT. berkehendak menzhohirkan amalku atau menyembunyikannya; dan kalau berkehendak menjadikan aku mulia atau hina, ini adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak kerana itu bukan urusan aku sebagai seorang hamba Allah.

7. Setelah gagal syaitan itu menggoda dengan jalan keenam, maka ia menggoda lagi dengan jalan ketujuh dengan mengatakan; "Hai manusia..tidak perlu engkau menyusahkan dirimu untuk beramal ibadah, kerana jika engkau telah ditetapkan oleh Allah pada masa azali dan dijadikan makhluk yang bahagia, maka tidak menjadi mudorat apa-apa bagi engkau untuk meninggalkan amal, engkau akan tetap menjadi seorang yang bahagia. Sebaliknya jika engkau dikehendaki Allah menjadi orang yang celaka, maka tidak ada gunanya lagi engkau beramal dan tetaplah engkau celaka".Orang-orang yang terpelihara oleh Allah tentu akan menolak godaan ini dengan mengatakan:

Aku ini seorang hamba, berkewajipan menurut perintah Tuhanku. Tuhan Maha Mengetahui , menetapkan sekehendakNya dan berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaanku. Jika aku dijadikan seorang yang seorang yang berbahgia, aku tetap perlu beribadah untuk menambah pahala, dan jika aku dijadikan seorang yang celaka, aku tetap harus beramal ibadah, supaya tidak menjadi penyesalan bagi diriku meninggalkan amal itu.

Jika sekiranya aku dimasukkan neraka, padahal aku taat, aku lebih senang daripada jika dimasukkan neraka kerana aku maksiat. Tetapi tidak akan demikian keadaannya kerana janji Allah pasti terjadi dan sabdaNya pasti benar. Allah telah menjanjikan kepada siapa yang beramal taat kepadaNya akan diberi ganjaran. Siapa-siapa yang meninggal dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah, tidak akan dimasukkan ke dalam neraka dan pasti akan dimasukkan ke Syorga. Jadi masuknya, seseorang ke Syurga bukanlah kerana kekuatan amalnya, tetapi kerana janji Allah semata yang pasti dan suci.

Oleh kerana itu, sedarlah wahai hamba Allah, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, sesungguhnya urusan taat kepada Allah seperti yang engkau lihat dan dengar bahawa banyak sekali godaan dan tipuan syaitan untuk menggagalkannya. Qiyaslah segala urusan dan tingkah laku kepada keadaan tersebut, dan bermohonlah pertolongan kepada Allah agar engkau dilindungi dan dipelihara dari kejahatan syaitan ini, kerana sega sesuatu benda di bawah kekuasaan Allah dan kepada Allah kita mohon Taufiq untuk mendapatkan keridhoaanNya.

TIDAK ADA DAYA UNTUK MENINGGALKAN MAKSIAT DAN TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MENGERJAKAN TAAT, KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA LUHUR DAN MAHA AGUNG



Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

Copyright © Sep 2002 - swaramuslim - power with Pmachine All right reserved

in association with Muslim Netters Association

best viewed with IE Resoluton 800 X 600