Selasa, 16 Juli 2013
Shalat Tarawih 11 Raka'at atau 23 Raka'at
Senin, 15 April 2013
Membaca Bismillahirahmanirrahim Ketika Shalat
- · Anas ra. menjelaskan bahwa Nabi saw. dan para Khulafaur Rasyidin ketika menjadi imam, tidak menjaharkannya. Anas ra. berkata: “Sesungguhnya Nabi Muhammad saw., Abu Bakar, dan Umar, mereka membuka bacaan shalatnya dengan ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- · Dalam riwayat lain, Anas bin Malik ra menegaskan: “Mereka (Nabi saw. dan para Khulafaur Rasyidin) tidak menjaharkan ‘Bismillahirahmanirrahim’.” (HR. Nasai)
- · Dalam riwayat lain, Anas ra. menegaskan: “Mereka (Nabi saw. dan para Khulafaur Rasyidin) melirihkan (Bismillahirahmanirrahim).” (HR. Ibnu Khuzaimah)
- · Dalam sebuah hadits qudsi, Allah swt. berfirman: “Aku membagi shalat itu separuh untuk-Ku dan separuh lagi untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku berhak mendapat apa yang ia minta, jika ia (hamba-Ku) mengucapkan ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku’, jika mengucapkan ‘Arrahmanirrahim’, Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah menyanjung-Ku’ ...” (HR. Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa yang dibaca pertama kali adalah “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin” bukan “Bismillahirahmanirrahim”.
- · Adapun peniadaan bacaan “Bismillahirahmanirrahim” dalam tambahan riwayat Muslim maka maksudnya adalah mereka melirihkannya sehingga tidak terdengar oleh makmum. (Demikian disampaikan oleh Ibnu Hajar dalam penjelasan hadits ini)
- · Adapun hadits Nu’aim al-Mujmir, maka Ibnul Qayyim berkata, “Hadits (Nu’aim) tentang dijaharkannya ‘Bismillahirahmanirrahim’ (oleh Abu Hurairah), maka Nu’aim bersendirian (meriwayatkan dari Abu Hurairah) di antara sekian banyak para sahabat Abu Hurairah ra. yang berjumlah 8 (delapan) perawi dari para sahabat Nabi saw. atau tabi’in (yang tidak meriwayatkan seperti Nu’aim).”
- · Adapun hadits perintah membaca “Bismillahirahmanirrahim” (HR. Baihaqi, Daruquthni), maka diperselisihkan keabsahannya; jika dianggap shahih maka tidak terdapat di dalamnya perintah menjaharkan “Bismillahirahmanirrahim”, tetapi hanya sekedar membaca dan ini tidak bertentangan dengan melirihkan sebagaimana kebiasaan Nabi saw. dan para Khulafaur Rasyidin.
Al-Furqon Ed.12 Th.11, p.28-29
Kamis, 14 Juni 2012
Bolehkah Imam Berbeda Niat dengan Makmum?
Jumat, 13 Januari 2012
Menjaga Diri dari TIPUAN SYAITAN
|
| |
| Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster Copyright © Sep 2002 - swaramuslim - power with Pmachine All right reserved in association with Muslim Netters Association best viewed with IE Resoluton 800 X 600 |
Rabu, 11 Januari 2012
Doa Sujud Tilawah
DOA SUJUD TILAWAH
(òÅÎø´ø»Bòbô»A óÅònôYC óÉ÷¼»A òºòiBòJòNò¯) óÊòjòvòIòË óÉò¨ôÀòm úµòqòË óÊòiúÌòuòË óÉò´ô¼òa Ðøhú¼ø» ÏøÈôUòË òfòVòm
“Wajahkubersujud kepada Rabb yang telah menciptakannya, yang telah membelah pendengarannya dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya, maka Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta.”
Sujud Tilawah dipandang sunat oleh jumhur ulama. Sujud ini boleh dilakukan kapan saja, siang atau malam, dalam keadaan sudah berwudhu ataupun belum, dengan menghadap kiblat atau tidak. Baik dalam keadaan shalat ataupun tidak. Namun tentu, jika dilakukan dalam keadaan suci dan dengan menghadap kiblat tentu akan lebih baik. Jika dilakukan dalam keadaan shalat, maka tentu wajib dalam keadaan suci dan menghadap qiblat.
Sujud ini dilakukan dengan sekali sujud saja, tanpa takbiratul ihram dan tanpa salam. Sujud ini disunahkan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang tersebar di lima belas tempat dalam al-Qur'an. Diantaranya dalam surat:
Al-A’raf (7): 206
Ar-Rad (13): 15
An-Nahl (16): 49
Al-Isra (17): 107-109
Al-Maryam (19): 58
Al-Furqon (25): 60
Al-Hajj (22): 18
Dll.



